seperti biasanya malam ku habiskan dirumah,, entah itu hanya menonton televisi, online, atau hanya sekedar berkumpul dengan temen satu kos... itu tak membuat hariku sepi, mereka cukup membuatku merasa senang, mereka teman-temanku..
menjelang larut , satu persatu mereka tertidur, tak terasa hanya aku yg masih membuka mata, berteman laptop , sembari bermain game,, ya, itu yg aku lakukan semalam, tepat jam 02.00 aku memutuskan untuk tidur, karena esok pagi ada janji untuk bermain futsal bersama teman-teman kerja , aku gak mau gak dateng untuk kesekian kalinya... tak ketinggalan aku menulis sebuah pesan untukmu " dede,,, kalo subuh bangunin maz ya.. mz pasang alarm juga :)."
aku tak mau melewatkan sholat subuh ku, takut bablas sampe siang itu yg jadi alasanku menulis pesan untukmu,, lebih dari itu aku selalu inget kamu disaat-saat tertentu,,
handphone ku berdering tepat 5 menit sebelum jam 5. dengan mata masih mengantuk aku tengok hp ku,, namamu tertulis jelas disana ,sengaja gak aku angkat telfon darimu, " :) makasih dede " itu isi sms ku , kamu membalas " masama ^^ " hatiku tersenyum, dalam hati ku berkata 'terimakasih' untukmu, tak banyak yg bisa aku lakukan, aku bersyukur kepada Allah dengan sholat subuh,, indahnya... :)
ku kirim satu pesan lagi , untuk memberi semangat untukmu,, untuk kamu yg pagi itu bekerja,, lalu aku tidur kembali..
siang hari futsal nampak ramai, banyak teman-teman yang datang hari itu,, atau hanya perasaanku saja ?? baru kali ini aku futsal lagi.. futsal selesai, aku pulang sembari beli makan di warung makan... sederhana saja, aku makan sayuran, juga lauk, aku tambahkan minum susu , aku rasa itu cukup.
setelah sholat dhuhur, mata rasanya berat, lumayan lelah karena lama gak main futsal, tapi badan rasa seger.. dalam tidurmu kamu datang.. tak lama kamu ketemu di alam mimpi,, saat itu aku sudah siap didepan rumah, tanpa sengaja aku lihat kamu dateng dengan mengendarai motormu,, kamu berhenti tepat didepanku, tanpa ragu aku langsung ambil alih untuk mengendarai motormu itu,, ada sesuatu yg berbeda, saat membonceng kamu mendekapku begitu erat, gak seperti biasanya dalam mimpi-mimpi yang lalu.. aku hanya bergumam dalam hatiku, rindu yang teramat dalam begitu aku rasakan saat itu juga.. ketika terbangun langsung ku ambil laptop untuk menuliskan semua itu,, aku hanya ingin mengenangnya,
maafkan aku atas semua ini. jarak yang selalu memisahkan hingga hanya rindu yg tercipta diantara kita.
Kamis, 27 September 2012
Senin, 17 September 2012
MAHARANI
entah darimana awalnya aku mengagumimu ...
sampai saat ini pun aku tak sanggup melupakanmu...
sedetikpun aku tak mampu bila tak memikirkanmu..
parasmu, senyummu, rambutmu, matamu, bibirmu,, ahh semua tak bisa tergambarkan..
terlebih sopan santunmu ketika aku tanya kabar tentang dirimu pertama kali..
bila melihat kembali masa lalu..
aku hanya tersenyum geli...
bagaimana tidak? sejak dulu aku tak pernah bertemu kamu sekalipun...
terakhir kamu pergi merantau saat aku sudah di jakarta.
aku tahu kamu saat dulu ... saat kamu masih sekolah.. itupun aku tak begitu dekat,, tak begitu mengenal akan dirimu...
setelah perkenalan itu aku tak mau berhenti untuk tahu akan dirimu...
aku terus mencari info tentang kamu... apapun itu aku ingin tahu,...
setiap detail dirimu aku simpan rapi dihatiku,
semakin lama semakin aku tak bisa bila sehari tanpa melihat foto-fotomu..
hingga saat itu tiba ,, kamu menerima cintaku...
perasaan senang juga bahagia menghampiriku,,
tak pernah aku bayangkan bisa sedekat ini denganmu,,
seorang gadis yg lama aku dambakan untuk bersamaku,,
bukan untuk sementara tapi untuk selamanya,,
beberapa bulan kemudian kamu membuat sebuah keputusan,,
sedikit kaget aku mendengarnya,,
kamu minta putus,, aku hanya membalas senyum :),,
tak bisa lebih dari itu,, aku tak bisa marah sama kamu,
aku tak bisa memaksamu,,
perasaan sedih, kalut, hampa, hening,,, semua terasa sepi,
saat itu juga semua terhenti, tak satupun yg bergerak
hingga jantungku pun seolah berhenti berdetak,,
aku letih, aku layu, lemah tak berdaya..
aku tak ingin kamu tahu, aku begitu rapuh mendengar keputusanmu.
aku mencoba tegar.
karna aku begitu mencintaimu,, menyayangimu,,
hingga apapun keinginanmu aku tak bisa menolak, selama aku bisa penuhi.
terlebih saat kamu mengutarakan alasanmu minta putus,,
saat itu juga aku semakin mengagumimu,, bahkan lebih dari saat masih pacaran..
hari berganti, aku masih tak bisa tanpamu..
sesekali aku lihat fotomu,,
aku masih mengagumi, menyayangi, dan mencintaimu, sampai sekarang..
tak banyak yg bisa kulakukan saat saat seperti itu,,
aku selalu melihatmu walau kamu tak tahu.
aku terus berusaha meyakinkanmu,, bahwa aku sungguh-sungguh..
aku tak main-main dengan cinta ini,, cintaku tulus,,
kepadamu aku ingin berbagi, bersamamu aku ingin akhiri penantian ini.
saat ini aku baru merasakan betapa berartinya dirimu,,
kau membuatku mengerti arti pentingnya agama,,
semakin lama aku ingin lebih baik lagi,, lebih baik untuk diriku sendiri, keluarga dan orang lain.
secercah harapan kembali datang untuk bersamamu,,
masih tetap memberi kabar walau tak lagi berstatus pacaran..
aku tak mengapa, jika itu lebih baik untukmu aku tak pernah memaksa.
aku begitu mengerti kata 'jodoh takkan kemana.' lebih ke rasa bukan sekedar logika..
kau meyakinkanku atas kata-kata itu...
tak mau begitu banyak berharap, serahkan semua kepada Illahi, itu yg aku lakukan...
sampai saat ini pun aku tak sanggup melupakanmu...
sedetikpun aku tak mampu bila tak memikirkanmu..
parasmu, senyummu, rambutmu, matamu, bibirmu,, ahh semua tak bisa tergambarkan..
terlebih sopan santunmu ketika aku tanya kabar tentang dirimu pertama kali..
bila melihat kembali masa lalu..
aku hanya tersenyum geli...
bagaimana tidak? sejak dulu aku tak pernah bertemu kamu sekalipun...
terakhir kamu pergi merantau saat aku sudah di jakarta.
aku tahu kamu saat dulu ... saat kamu masih sekolah.. itupun aku tak begitu dekat,, tak begitu mengenal akan dirimu...
setelah perkenalan itu aku tak mau berhenti untuk tahu akan dirimu...
aku terus mencari info tentang kamu... apapun itu aku ingin tahu,...
setiap detail dirimu aku simpan rapi dihatiku,
semakin lama semakin aku tak bisa bila sehari tanpa melihat foto-fotomu..
hingga saat itu tiba ,, kamu menerima cintaku...
perasaan senang juga bahagia menghampiriku,,
tak pernah aku bayangkan bisa sedekat ini denganmu,,
seorang gadis yg lama aku dambakan untuk bersamaku,,
bukan untuk sementara tapi untuk selamanya,,
beberapa bulan kemudian kamu membuat sebuah keputusan,,
sedikit kaget aku mendengarnya,,
kamu minta putus,, aku hanya membalas senyum :),,
tak bisa lebih dari itu,, aku tak bisa marah sama kamu,
aku tak bisa memaksamu,,
perasaan sedih, kalut, hampa, hening,,, semua terasa sepi,
saat itu juga semua terhenti, tak satupun yg bergerak
hingga jantungku pun seolah berhenti berdetak,,
aku letih, aku layu, lemah tak berdaya..
aku tak ingin kamu tahu, aku begitu rapuh mendengar keputusanmu.
aku mencoba tegar.
karna aku begitu mencintaimu,, menyayangimu,,
hingga apapun keinginanmu aku tak bisa menolak, selama aku bisa penuhi.
terlebih saat kamu mengutarakan alasanmu minta putus,,
saat itu juga aku semakin mengagumimu,, bahkan lebih dari saat masih pacaran..
hari berganti, aku masih tak bisa tanpamu..
sesekali aku lihat fotomu,,
aku masih mengagumi, menyayangi, dan mencintaimu, sampai sekarang..
tak banyak yg bisa kulakukan saat saat seperti itu,,
aku selalu melihatmu walau kamu tak tahu.
aku terus berusaha meyakinkanmu,, bahwa aku sungguh-sungguh..
aku tak main-main dengan cinta ini,, cintaku tulus,,
kepadamu aku ingin berbagi, bersamamu aku ingin akhiri penantian ini.
saat ini aku baru merasakan betapa berartinya dirimu,,
kau membuatku mengerti arti pentingnya agama,,
semakin lama aku ingin lebih baik lagi,, lebih baik untuk diriku sendiri, keluarga dan orang lain.
secercah harapan kembali datang untuk bersamamu,,
masih tetap memberi kabar walau tak lagi berstatus pacaran..
aku tak mengapa, jika itu lebih baik untukmu aku tak pernah memaksa.
aku begitu mengerti kata 'jodoh takkan kemana.' lebih ke rasa bukan sekedar logika..
kau meyakinkanku atas kata-kata itu...
tak mau begitu banyak berharap, serahkan semua kepada Illahi, itu yg aku lakukan...
Langganan:
Komentar (Atom)